Program kepemimpinan berupaya mempersiapkan generasi muda untuk Industri 4.0

Program kepemimpinan berupaya mempersiapkan generasi muda untuk Industri 4.0, World Economic Forum memperkirakan tahun lalu bahwa 133 juta pekerjaan baru akan menggantikan 75 juta pekerjaan yang ada dalam empat tahun ke depan sebagai hasil dari pengembangan teknologi. Karena itu sangat penting bagi Indonesia untuk mengembangkan sumber daya manusia dengan keterampilan yang relevan untuk menghadapi tantangan dalam Industri 4.0.

Agen judi slot online – Sebuah survei tahun 2017 oleh Tanoto Foundation, sebuah organisasi filantropis independen yang berfokus pada pendidikan, menemukan bahwa 20 persen dari para sarjana masih menganggur enam bulan setelah mereka lulus. “Kami membatasi [survei] hanya enam bulan karena mereka seharusnya mendapatkan pekerjaan dalam periode itu,” kata Satrijo Tanudjojo, CEO global dari Tanoto Foundation, selama forum kepemimpinan di Jakarta pada 3 Juli.

Bertujuan untuk memecahkan masalah, organisasi ini mendirikan Teladan pada tahun 2018, sebuah program pengembangan kepemimpinan di mana para sarjana mempelajari pengembangan diri, kepemimpinan dan mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan paparan global. Program ini akan merekrut mahasiswa baru berbakat dari sembilan universitas rekanan, di antaranya adalah Universitas Brawijaya di Malang, Jawa Timur; Universitas Andalas di Padang, Sumatra Barat; dan Universitas Indonesia di Depok, Jawa Barat.

Selama Forum Kepemimpinan Teadan, yayasan judi slot online mengundang perwakilan dari 40 perusahaan untuk membahas kompetensi yang harus disiapkan oleh lulusan baru untuk menghadapi tantangan revolusi Industri 4.0.

Mari Elka Pangestu, seorang ekonom senior yang menjadi pembicara utama acara tersebut, mengatakan orang-orang tidak boleh pesimis tentang perubahan tersebut.

“Kita harus melihat teknologi sebagai sesuatu yang membantu kita menjadi lebih produktif untuk mencapai hasil yang lebih baik. Itulah tantangannya, “kata Mari, menambahkan bahwa anak-anak muda saat ini sering bekerja dari kafe, ruang kerja bersama, dan tempat-tempat lain.

Mari, yang juga mantan menteri perdagangan, menyebutkan beberapa keterampilan yang dibutuhkan untuk beradaptasi dengan perubahan ini, termasuk komunikasi, pemecahan masalah, pengorganisasian diri, kepemimpinan dan kolaborasi.

“Di Industry 4.0, ada banyak data dan unit yang harus terhubung dan tidak mungkin dilakukan jika kita tidak berkolaborasi,” katanya.

Selain itu, kecerdasan emosional diperlukan karena tidak hanya tentang teknologi tetapi juga kesadaran diri dan kepedulian terhadap orang lain. Kecerdasan emosional, lanjutnya, harus diajarkan sedini mungkin, terutama pentingnya sosialisasi, kerja tim, dan menghargai perbedaan. Proses pembelajaran harus dilakukan sedemikian rupa sehingga memicu kreativitas siswa, alih-alih hanya menghafal subjek. (kes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *