Polisi menangkap enam karena menjual plat nomor palsu yang digunakan untuk menghindari kebijakan genap ganjil

Polisi Jakarta Utara telah menangkap enam orang yang diduga terlibat dalam membuat dan mendistribusikan plat nomor palsu yang digunakan untuk menghindari kebijakan lalu lintas yang genap di Jakarta, yang saat ini sedang menjalani uji coba perluasan.

Agen judi slot online – Juru Bicara Kepolisian Daerah Khusus Ibukota Jakarta Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan pada hari Selasa bahwa penangkapan pertama dilakukan pada 16 Agustus di Kelapa Gading, Jakarta Utara, di mana polisi menangkap seorang tersangka yang diidentifikasi hanya sebagai CL.

CL, 21, diduga menjual STNK dan plat nomor secara online.

Dari interogasi, ditemukan bahwa CL telah menjual 10 piring bertanda RFD atau RFP, yang merupakan kode resmi untuk kendaraan milik polisi dan personil militer.

“Dalam setiap transaksi, CL menjual satu paket STNK dan TNKB [plat] seharga Rp 20 juta (US $ 1.401) menjadi Rp 25 juta dan menghasilkan untung Rp 2,5 juta atau Rp 8 juta,” kata Argo seperti dikutip oleh kompas. com.

Keesokan harinya, polisi menangkap tersangka Judi slot online lain – yang diidentifikasi sebagai TSW, 16 – dari siapa CL dilaporkan memesan piring palsu, juga di Kelapa Gading.

TSW kemudian mengatakan kepada polisi bahwa ia telah menjual 10 plat nomor palsu dan mengaku telah memperoleh paket-paket itu dari orang lain yang diidentifikasi hanya sebagai Y.

Polisi kemudian menginterogasi Y, 47 tahun, yang mengaku memesan STNK palsu dari seseorang yang diidentifikasi sebagai AMY, sementara memesan plat nomor dari orang lain yang diidentifikasi sebagai DP.

“Ternyata AMY, 35, adalah pembuat STNK palsu yang dicetak menggunakan printer holografik untuk membuat huruf-huruf ‘Korlantas’ [Korps Lalu Lintas Polisi Nasional],” kata Argo.

Sementara itu, Argo mengatakan, DP berusia 38 tahun itu bekerja sebagai penjual plat kendaraan biasa untuk mencari nafkah di pinggir jalan di Sunter, Jakarta Utara.

Selain itu, polisi juga menangkap tersangka lain yang diduga bertindak sebagai petugas pengiriman.

Semua tersangka menghadapi dakwaan berdasarkan Pasal 263 KUHP dan kemungkinan hukuman penjara enam tahun. (syk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *