Mantan pejabat PBB dipenjara karena pelecehan anak di Nepal

Mantan pejabat PBB dipenjara karena pelecehan anak di Nepal, Seorang mantan pejabat PBB telah dipenjara karena melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak di Nepal, kata para pejabat Selasa, setelah persidangan yang menggarisbawahi meningkatnya permintaan negara itu untuk pedofil asing.

Agen judi slot online – Peter John Dalglish, 62, dari Kanada, yang sebelumnya adalah pekerja kemanusiaan terkemuka, pada Senin dijatuhi hukuman dua kali sembilan dan enam tahun dalam dua kasus setelah dinyatakan bersalah bulan lalu.

Thakur Trital, seorang pejabat pengadilan distrik, mengatakan kepada AFP bahwa Dalglish telah dijatuhi hukuman selama sembilan tahun karena menganiaya seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun dan tujuh tahun penjara karena menganiaya seorang anak berusia 14 tahun.

“Hakim belum memutuskan apakah ia harus menjalani total 16 tahun penjara atau dibebaskan setelah sembilan tahun. Dalam sebagian besar kasus yang serupa, hukumannya tumpang tindih tetapi hakimlah yang memutuskan,” kata Trital.

Dalglish juga telah diberitahu untuk membayar judi slot online kompensasi 500.000 rupee Nepal ($ 4.550) kepada masing-masing korban.

Dalglish ditangkap pada April tahun lalu di distrik Kavrepalanchowk, dekat Kathmandu, oleh Biro Investigasi Pusat Nepal.

Kedua anak lelaki itu berada di rumah tempat polisi menahan Dalglish, kata para penyelidik.

Dalglish membantah tuduhan itu, dan pengacaranya tidak bisa dihubungi untuk memberikan komentar.

Pekerja bantuan, yang pada tahun 2016 dianugerahi Ordo Kanada – kehormatan sipil tertinggi kedua di negara itu – menjadikan namanya sebagai pekerja kemanusiaan yang mengadvokasi anak-anak jalanan, pekerja anak dan mereka yang terkena dampak perang.

Ia ikut mendirikan Street Kids International pada 1980-an yang bergabung dengan Save the Children.

Dalam dekade terakhir, Dalglish memegang posisi kunci di badan-badan PBB, termasuk kepala PBB Habitat di Afghanistan pada 2015.

Di Nepal, Dalglish adalah penasihat dalam program anak untuk Organisasi Perburuhan Internasional pada awal 2000-an.

Penegakan hukum yang lemah telah membuat Nepal terkenal karena predator seksual, dengan beberapa penangkapan dan hukuman dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2015 seorang relawan panti asuhan Kanada, Ernest MacIntosh, 71, dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara karena melakukan pelecehan seksual terhadap anak lelaki cacat berusia 15 tahun, sementara pada tahun 2010 pekerja amal Prancis Jean-Jacques Haye dihukum karena memperkosa 10 anak di sebuah Kathmandu panti asuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *